"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Kumpulan Renungan Protestan: Pertumbuhan Rohani dan Hidup yang Tidak Bercela

cintakasih.net_ Pertumbuhan Rohani, Untuk dapat bertumbuh dengan normal, seorang anak membutuhkan makanan yang sehat dan bergizi. Jika tubuhnya kekurangan nutrisi yang dibutuhkan, maka pertumbuhan badannya tidak akan normal. Bukan hanya makanan sehat saja yang dibutuhkan tetapi juga lingkungan yang sehat. Makanan dan lingkungan yang sehat menjadikan syarat tumbuhnya tubuh yang sehat.

Hal yang sama juga berlaku dalam pertumbuhan rohani. Jika rohani dan spritual tidak diberikan ajaran yang sehat, pertumbuhannya tidak akan normal. Bukan hanya ajaran sehat saja yang dibutuhkan. Rohani kita juga butuh lingkungan yang sehat. Menjauhi tahyul dan dongeng nenek-nenek tua merupakan upaya menciptakan lingkungan yang sehat.

Setelah itu melatih rohani dengan beribadah. Mengapa? hanya di dalam ibadahlah rohani kita diberi ajaran yang sehat sehingga kehidupan rohani kita dapat tumbuh dengan sehat. Hanya di dalam ibadah kita mendengar janji-janji Allah yang menjamin kehidupan kita sekarang ini dan yang akan datang.  Hanya di dalam ibadahlah pengharapan dan kepercayaan kita pada Yesus Kristus semakin diteguhkan.

Teruslah tekun mengikuti peribadatan dan berjuanglah terus menjaga lingkungan rohani yang sehat agar kerohanian kita makin bertumbuh dan sehat.


cintakasih.netHidup yang Tidak Bercela, Kali ini admin akan membagikan contoh renungan harian Kristen Protestan dengan tema "Hidup yang Tidak Bercela". Semoga contoh renungan yang admin bagikan kali dapat membantu sahabat cinta kasih dalam mencari contoh-contoh renungan harian Kristen setiap saat. Berikut adalah contoh renungannya. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Renungan Protestan: Pertumbuhan Rohani dan Hidup yang Tidak Bercela
www.cintakasih.net

Hidup yang tercela berarti hidup yang cacat, hidup yang tidak sempurna. Setiap pribadi tentunya berharap bahwa kehidupannya sempurna, tanpa cacat. Ukuran kesempurnaan itu dalam pandangan raja Duad diukur pada ketaataan kepada hukum atau norma yang sedang berlaku. Hanya dengan ketaatan kepada hukum itulah, raja Daud dapat tiba pada nyanyian syukur. Sehingga dalam pandangan raja Daud sebuah nyanyian syukur tidaklah dapat dilepaskan dari cara hidup kesehariannya. Cara hidup keseharian itu hendaknya setia kepada hukum untuk mencapai kesempurnaan hidup, yaitu hidup yang tidak bercela.

Dalam pujiannya yang kita baca saat ini, raja Daud hendak menjaga kita untuk mengalihkan perhatian kepada cara hidup yang tidak bercela yaitu hidup dalam ketulusan dengan cara menjauhkan diri dari perkara dursila. membenci kemurtadan, manjauhi kejahatan, membenci kesombongan dan umpatan kepada teman.

Saat ini, kita tentu diingatkan dan disadarkan bahwa dosa-dosa demikian justru sering kali kita lakukan. Namun lewat pujian raja Daud yang kita baca saat ini menyadarkan kita bahwa dosa-dosa yang demikian sesungguhnya tindakan melawan hukum dan yang justru menjadikan hidup kita menjadi celaan di hadapan Tuhan dan sesama. Marilah kita bertekad untuk belajar setia kepada hukum Tuhan sehingga hidup kita menjadi yang tidak bercela. Tuhan memberkati kita semua. Amin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan Renungan Protestan: Pertumbuhan Rohani dan Hidup yang Tidak Bercela