"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Kumpulan Renungan Katolik: Bijak Melawan Pencobaan

cintakasih.net_ Bijak Melawan Pencobaan, Nini, hari ini kita wisata ya, ajak Bela via hpnya, Minggu pagi itu. "Maaf, ya aku nggak bisa soalnya hari ini aku tugas di gereja, sebagai kolektan." "Ah ... kolektanitu mudah aja diganti. Wah... tempat wisatanya indah, udaranya adem," Bela agak mendesak. "Maaf ya.. aku, nggak bisa, soalnya aku sudah menyanggupinya dan aku harus bertanggung jawab. Maaf ya... Bela!" tanggap Nini. Nini tidak membiarkan 'hal baik itu' berlalu begitu saja, demi asoii sejenak.

Yesus sangat tanggap dengan percobaan, karena memang Ia mengalami percobaan itu, demi menyelamatkan manusia. Ia menolak dengan tegas setiap percobaan dan godaan, karena Yesus tahu hasil akhir mencelakakan. "Sebab Ia sendiri telah menderita karena percobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai." Ibu mertua Petrus disembuhkan Yesus dari demamnya. Peristiwa itu membuat orang banyak mau disembuhkan, dan Yesus menyembuhkan mereka. Para kekuatan jahat 'setan' ingin mengomentari atau mengkritik-Nya. Yesus melarang mereka karena Yesus tahu watak dan tabiat kekuatan-kekuatan itu. "Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan. Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia."

Kumpulan Renungan Katolik: Bijak Melawan Pencobaan
www.cintakasih.net

Tantangan, kelemahan, atau 'penyakit' kita adalah menolak godaan atau mengatakan tidak pada sesuatu yang mengganggu komitmen baik.  Pada prinsipnya kita tahu karakter dasar godaan adalah menyulitkan dan merusakkan tatanan dasar 'kebaikan'. Hari ini Tuhan mengajak kita agar peka, tanggap dan secara tegas serta bijaksana menolak setiap percobaan yang bertentangan dengan arah dan ajaran iman kita. Tuhan semoga aku semakin bijak memilah-milah hal baik dan tidak. Sembuhkan aku dari mentalitas yang merasa tidak mampu melawan percobaan itu. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan Renungan Katolik: Bijak Melawan Pencobaan