"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Kumpulan Renungan Katolik: Berpikir Positif, Menjadi Bintang, dan Dari Galilea Menuju Yerusalem

cintakasih.net_Berpikir Positif, Begitu melihat laki-laki paruh baya itu, saya langsung mendunga bahwa bahwa ia akan datang meminjam uang. Dia memang terkenal sebagai orang yang suka meminjam uang dan sulit untuk mengembalikan uang pinjamannya. Dugaan awal ini sangat mempengaruhiku, menerima kedatangannya. Penerimaan yang kurang 'hangat' "Pater saya menyumbang untuk pembangunan Rp5.000.000,-" kata orang itu. "Oh yah! Makasih ya bapa," tanggapku agak malu karena sudah berpikir yang bukan-bukan tentang orang itu.

Hari ini Tuhan berbicara tentang saling mengasihi, sebagai sebuah kesadaran. Kasih itu dari Allah dam kasih itu adalah Allah. Saling mengasihi sebagai model bahwa Allah menginspirasi dan proaktif terhadap keselamatan dan kebahagiaan manusia. Mukjizat perbanyakan roti dan ikan berangkat dari kasih dan perasaan itu. "Kamu harus memberi mereka makan." Yesus yakin bahwa dari orang-orang yang hadir, dann juga para murid tentu ada yang membawa makanan. Berpikir baik tentang orang-orang yang hadir. Yesus menantang mereka semua untuk saling membagi, sehingga semua yang hadir, boleh menikmatinya dalam suasana kebersamaan dan penuh persaudaraan. Mukjizatnya itu terjadi saat mereka mulai saling membagi dan memberi dalam nama Tuhan, dan ternyata mereka semua makan kenyang bahkan lebih.

Kumpulan Renungan Katolik: Berpikir Positif, Menjadi Bintang, dan Dari Galilea Menuju Yerusalem
www.cintakasih.net

Tuhan mengundang kita, bermurah hati terhadap sesama. Proses ini terjadi kalau kita membangun persepsi yang baik dan respek terhadap pribadinya. Kita yakin bahwa orang yang dibantu itu, kiranya mempunyai potensi untuk hidup dan berkembang lebih dari realitas saat kini. Tuhan mengundang kita, agar bersama-Nya 'mengadakan mukjizat' dalam keluarga, dan komunitas-komunitas kehidupan lainnya, agar tercipta kebersamaan, persaudaraan, dan kepuasan. (Bacaan diambil dari Mrk 6:34-44).

cintakasih.net_ Menjadi Bintang, Martina, bergerak maju menuju panggung kehormatan. Ribuan mata terarah padanya. Tepukan tangan membahana, mengiringi langkahnya. Anak petani miskin terus bergerak maju. Bangga dan terharu bergelora dalam dada remaja itu. Sesekali ia mengumbar senyum mengumbar kepada hadirin yang mengeluk-elukan dia. "Inilah Martina , juara 1 lomba karya tulis ilmuah tingkat SMA se-Indonesia. Kita memberikan 'aplous' yang meriah," suara MC itu menggelegar, mengajak hadirin. Lagi-lagi riuh tepuk tangan membahana, disertai yel-yel: "Tina... Tina.... Tina....," kala Tina berdiri di panggung kehormatan itu.

Kumpulan Renungan Katolik: Berpikir Positif, Menjadi Bintang, dan Dari Galilea Menuju Yerusalem
www.cintakasih.net

4 Januari Gereja merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Bacaan-bacaan liturgis, mengetengahkan kemulian Tuhan yang menerangi dan menunjukkan arah yang tepat untuk mencapai kebaikan. Kitab Yesaya mengemukakan bahwa terang Tuhan yang mengumpulkan dan menyatukan bangsa-bangsa yang ada di muka bumi ini. "Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terang-Mu, dan raja-raja kepada Cahaya yang terbit bagimu." Rasul Paulus kepada umat di Efesus mengingatkan bahwa semua orang beriman dipanggil untuk menjadi bagian dari Kristus. "Karena berita Injil, turut menjadi ahli waris dan anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan dengan pengantaran Kristus." Orang Majus dituntun dan diarahkan Tuhan secara simbolis oleh 'Bintang' menjumpai 'Sang Kebaikan' yang tidak lain adalah bayi Yesus. Tuhan juga menuntun mereka untuk melihat, mengklarifikasi, dan petunjuk lain yang tidak datang dari Tuhan, kerena mematikan dan menghancurkan kebaikan.

Kita menjadi alat Tuhan, bak bintang, yang menerangi , menunjuk, mengantar, membahagiakan dan mengembirakan sesama. Pertama-tama melalui sikap, tutur kata, upaya dan perjuangan yang terpatri dalam kualitas kepribadian kita. Tuhan semoga saya menjadi panutan baik, sehingga beribu-ribu mata boleh memandangku, berdecak kagum dan mengikuti-Mu. (Bacaan renungan diambil dari Mat 2:1-12).

cintakasih.net_ Dari Galilea Menuju Yerusalem, Saya mengenal seorang uskup yang berasal dari salah satu tempat yang terkenal sebagai pusat kejahatan sosial seperti perjudian, mabuk, dan perkelahian yang berujung pada pembunuhan. Stigmatisasi terhadap penduduk di kampung itu sebagai orang 'jahat' terus berlangsung. Tempat itu seakan-akan menjadi daerah 'gelap dan hitam'. Saat uskup itu merayakan misa sykur perdana sebagai uskup di kampung asalnya itu, beliau berpesan kepada umat di situ: Allah memulai karya keselamatan-Nya dari orang-orang yang membutuhkan, dan tak ada istilah terlambat mau bertobat dan membaharui diri.

Kumpulan Renungan Katolik: Berpikir Positif, Menjadi Bintang, dan Dari Galilea Menuju Yerusalem
www.cintakasih.net

Yesus adalah sosok keselamatan Allah. Ia merupakan ekspresi dan apresiasi langusng kasih dan kebaikan Allah. "Supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai perintah yang diberikan Kristus kepada kita." Ekspresi dan apresiasi Yesus itu pertama-tama tertuju ke orang-orang yang membutuhkan. Orang-orang yang 'di luar' perhitungan manusia. Galilea merupakan salah satu tempat yang tak diperhitungkan, tetapi injil keselamatan Allah dimulai dari sana. Proses penginjilan menuju Yerusalem. Di sana Yesus menunjukkan kasih, kesetiaan, dan pembaharuan secara total melalui peristiwa salib dan kebangkitan.

Anda mungkin merasa diri 'tak diperhitungkan' dengan berbagai alasan. Atau sebaliknya Anda menganggap remeh orang lain. Hari ini Allah membuka mata iman kita agar melihat gebrakan pembaharuan Allah, mulai dari tidak diperhitungkan itu. Yakinlah dirimu bahwa di hadapan Tuhan semua manusia diperhitungkan-Nya. Tuhan inilah aku siramilah dengan rahmat keselamatan-Mu. (Bacaan renungan diambil dari Mat 4:12-17. 23-25).

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan Renungan Katolik: Berpikir Positif, Menjadi Bintang, dan Dari Galilea Menuju Yerusalem