"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Terbaru : Menghadap Penghakiman Terakhir

cintakasih.net_ Hati nurani manusia dapat digambarkan sebagai sebuah institusi atau sebuah mahkamah dalam diri setiap manusia, sebab hati nurani memiliki kemampuan untuk memutuskan apa yang baik dan yang buruk dalam melakukan suatu hal.

Dalam hal ini, kalau hati nurani seseorang diwarnai dengan hal-hal yang baik, maka setiap keputusan atau setiap pilihan yang diambil akan baik. Dengan demikian perilaku orang tersebut juga pasti baik.

Sebaliknya, jika hati nurani seseorang selalu diwarnai dengan hal-hal yang buruk, maka dapat dipastikan kelakuan orang tersebut juga akan menjadi buruk, sebab keputusan atau pilihan yang diambil sudah salah.

Jadi dalam hal ini hati nurani dalam diri manusia memiliki pengaruh terhadap (mindset) atau cara berpikir kita. Kalau aktivitas berpikir terdapat pada jiwa, maka kemampuan bertindak dalam mengambil sebuah keputusan terdapat pada nurani.

Jika dalam (Flp. 2:5-7) firman Tuhan katakan supaya orang percaya memiliki pikiran dan perasaan Kristus. Hal ini menunjuk kepada setiap aktivitas hati nurani yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan demikian setiap sikap atau tindakan seseorang menunjuk kepada keadaan batiniah atau hati nuraninya.

Namun demikian keadaan ini berbeda anak-anak, karena mereka belum banyak mendapat masukan (input), maka mereka masih belum memiliki prinsip-prinsip yang kuat, sebab hati nurani mereka belum memiliki warna yang jelas. Jadi hati nurani mereka belum memiliki kemampuan secara permanen dalam mengambil keputusan.

Ketika telah dewasa, maka akan terbentuk prinsip-prinsip hidup yang kuat, dan hal ini sesuai dengan masukan atau (input) yang diterima seseorang sejak kecil. Itulah kenapa semakin tua, prinsip-prinsip dalam diri seseorang akan semakin kuat dan kokoh.

Renungan Harian Kristen Terbaru : Menghadap Penghakiman Terakhir
www.cintakasih.net

Untuk memiliki mindset atau cara berpikir yang baik dan benar maka orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membangun mindset dari anak-anak sejak dini. Hal ini bertujuan supaya hati nurani mereka akan diwarnai dengan hal-hal yang baik.

Nurani itu terdapat pada roh manusia yang dalam bahasa Ibrani adalah (neshamah). Untuk menunjuk kesadaran manusia, kata roh tidak diterjemahkan (ruakh), tetapi neshamah. Kata (neshamah) ini lebih menunjuk kepada unsur kesadaran, dan bukan unsur kehidupan.
Kalau Firman Tuhan katakan di dalam; Amsal 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Kata roh dalam ayat ini menggunakan kata neshamah, bukan ruakh. Neshamah inilah yang bersifat kekal. Jadi hasil akhir dari seluruh perjalanan kehidupan seseorang ada pada neshamah-nya.

Saat berada dibalik kematian dan semua manusia harus masuk dalam pengadilan atau penghakiman Allah, maka (neshamah) inilah yang akan diperhadapkan, sebab di dalam neshamah manusia terdapat hati nurani.

Firman Tuhan katakan dalam; Roma 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Jadi nanti pada hari penghakiman itu, yang akan dihakimi oleh Allah adalah segala sesuatu yang tersembunyi dalam diri manusia. Dalam terjemahan bahasa Indonesia diterjemahkan “hati manusia” seperti yang ditulis dalam (Roma. 2:16), tetapi dalam teks aslinya adalah krupta ton anthropon (κρυπτὰ τῶν ἀνθρώπων), yang artinya sesuatu yang tersembunyi di hati manusia.

Yang dimaksud dengan sesuatu yang tersembunyi di hati manusia itu adalah keadaan hati nurani kita. Jadi, hati nurani kita yang akan menunjukkan hasil akhir dari warna hidup kita, atau seluruh gerak hidup kita selama kita hidup di dunia ini.
Selanjutnya kita perhatikan apa yang dimaksud dengan kalimat “sesuai dengan Injil yang kuberitakan” (Roma 12:16), Kalau kita memerhatikan dengan teliti, kalimat tersebut disambung dengan kalimat: “akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia”.

Maksud kalimat ini adalah, oleh karena Injil (kabar baik), dimana Tuhan Yesus telah memikul dosa semua manusia, maka penghakiman Allah akan dilakukan. Sebab kalau Tuhan Yesus tidak memikul dosa semua manusia, maka tidak ada penghakiman lagi, dan semua manusia tanpa harus dipertimbangkan lagi hati nuraninya dan semua perilakunya, pasti masuk neraka. Tetapi dengan adanya darah Yesus yang ditumpahkan, maka ada penghakiman.

Disini kita harus melihat dan mengerti dengan benar kalimat “sesuai dengan Injil yang kuberitakan” menunjukkan kepada kita betapa hebat peran darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk mengangkat semua dosa manusia.

Oleh darah Tuhan Yesus itulah, maka ada keselamatan bagi orang percaya bahkan juga keselamatan bagi semua manusia di luar orang Kristen. Ingat bukan keselamatan di luar Kristus, karena tidak ada keselamatan di luar Kristus. Dan perlu dipahami bahwa Kristus mati untuk semua manusia.

Tentu bagi orang yang non-Kristen atau di luar Kristen, keselamatannya adalah hanya diperkenankan untuk masuk dunia yang akan datang sebagai anggota masyarakat, dalam hal ini yang akan dilihat oleh Allah adalah mereka yang mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Namun demikian ini berlaku bagi mereka yang tidak memusuhi Tuhan Yesus. Sebaliknya bagi orang-orang selama di dunia ini memusuhi Tuhan Yesus, maka sebaik apa pun orang itu, ia akan tetap binasa. Sebab orang yang menjadikan diri-Nya musuh Allah tidak akan diselamatkan.

Lalu bagaimana dengan keselamatan bagi orang percaya?. Keselamatan bagi orang percaya adalah dikembalikannya kepada rancangan Allah semula. Oleh sebab itu  setiap orang percaya yang hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa maka, mereka diperkenankan untuk menerima kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Jadi dalam hal ini ada dua jenis keselamatan yang berbeda. Semoga kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Terbaru : Menghadap Penghakiman Terakhir