"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Jumat, 20 Oktober 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa berkerumunlah beribu-ribu orang sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya : “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. 

Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu, apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang dan apa yang kamu bisikan ketelinga didalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. 

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku menunjukan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. 

Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang kedalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalapun terhitung semuanya.
Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada burung pipit.

Renungan:
Abraham adalah Bapa yang beriman. Oleh kepercayaannya Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran (bdk. Rm. 4:3). Paulus menunjukan sikap keberimannan Abraham sebagai teladan bagi orang-orang beriman. Sikap beriman Abraham membawa kepenuhan janji bagi bangsa Israel. Ia adalah nenek moyang mereka yang beriman.Lukas dalam Injilnya menceritakan bagaimana Yesus memberikan pengajaran khusus bagi muri-murid.

www.cintakasih.net

Ajaran tersebut mengingatkan dan menegaskan para murid untuk selalu jujur dan terbuka terhadap Allah dan sesama. Yesus menekankan sikap hidup jujur dan percaya.

Abraham sebagai Bapa orang beriman ditampilkan kembali. Ia tampil sebagai sosok yang mewakili cara beriman bagi manusia. Sikap yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid ialah agar mereka memiliki sikap takut dan setia akan Allah. Inilah kemegahan yang telah ditunjukkan Abraham.
Ia menerima tugas perutusan dari Allah dengan iman yang gembira dan kuat. Martabat kemanusiaan kita diangkat kembali karena Allah memberikan cinta-Nya. Setiap kita diteguhkan untuk berani mengakui dan mengimani Yesus sebagai penyelamat.

Apakah kita sudah menghidupi iman secara konkret? Bagaimana iman dapat dinyatakan dalam tindakan sehari-hari?

Tuhan Yesus, bantulah aku untuk selalu jujur dalam hidup. Bukalah hatiku agar berani mengakui dan mengimani Engkau sebagai Tuhan, dimanapun aku berada. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Jumat, 20 Oktober 2017