"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Jumat, 13 Oktober 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dan penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang pecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaanya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya, Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 
 
Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: "Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan  itu. Maka pergilah ia dan mendapat  rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak  tujuh roh lain lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula."

www.cintakasih.net
Renungan:
Akhir-akhir ini melalui media cetak dan elektronik semakin sering diberitakan berbagai tindak kejahatan yang meresahkan dalam masyarakat.Tindak kejahatan itu menyata bukan hanya dalam tataran sosial yang lebih luas, tetapi juga terjadi dalam lingkup relasi kekerabatan. Hati miris dan terluka saat dihadapkan pada berbagai peristiwa demikian; pembunuhan disertai pemerkosaan di bawah umur, amuk massa, perampokan keji, dsb. Dunia seakan diwarnai oleh kejahatan yang menakutkan.
Dalam pewartaan-Nya, Yesus mengajarkan tentang Kerajaan Allah yang hadir dalam segala bentuk kebaikan dalam keselamatan. Namun, sering kali hati manusia masih buta untuk membuka diri dan menerimanya dalam hidup. Padahal ada banyak orang yang telah berbuat baik dan menunjukkan model keberimanan sesungguhnya. Tetapi mereka justru mendapat tantangan dan cemoohan bahkan tuduh-tuduhan yang tidak sepantasnya (bdk. Luk. 11:15). Manusia dan dunia membutuhkan pertobatan sikap serta mentalitas untuk menjadi manusia yang manusiawi. Yesus menjadi model yang sempurna untuk menjadi manusia yang sesungguhnya. Hidup bersatu dalam dan seturut Yesus memampukan kita berani untuk melawan kecenderungan jahat dalam  diri dan kehidupan bersama di tengah masyarakat.

Tuhan Yesus, sertailah aku dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang beriman. Semoga aku selalu setia kepada-Mu dalam berbagai persoalan yang kuhadapi. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Jumat, 13 Oktober 2017