"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Senin, 02 Oktober 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" Maka Yesus memanggil anak kecil dan menmpatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamutidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. ia menyambut aku.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena aku berkata kepadamu: "Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."

Renungan:
"Engkau tidak sendirian!" Ungkapan tersebut sering dikemukakan untuk menguatkan dan meneguhkan seorang dalam situasi hidup. Ada kekuatan seraya sebuah pengharapan yang dimaknai untuk meneruskan hidup dan perjalanan. Mengapa demikian? Keberanian dan keteguhan hidup itu muncul karena pernyertaan serta pendampingan kasih banyak orang melalui berbagai cara: kehadiran, doa, semangat, motivasi, dsb.

Renungan Harian Kristen Katolik Senin, 02 Oktober 2017
www.cintakasih.net

Dalam hidup dan perjalanan kita di dunia ini pun, Allah senantiasa mendampingi dan menuntun kita (bdk. Kel. 23:20). Ia melindungi setiap kita dalam diri Malaikat Pelindung yang menuntun dan melindungi kita. Malaikat Pelindung inilah yang menjaga dan mengarahkan hidup kita agar selamat dan selalu berada pada jalan kehendak Allah. Pendampingan Allah melalui Malaikat Pelindung patut kita syukuri. Syukur dan pujian ini menyata dalam keterbukaan dan kerendahan hati serta penyerahan diri kepada Allah. Kemauan membiarkan diri dituntun oleh kerendahan hati akan penyelenggaraan Ilahi (bdk. Mat. 18:10).

Adakah kita sudah terbuka dan menyerahkan diri kepada Allah dalam hidup sehari-hari? Sejauhmana kita menyadari bahwa Malaikat Pelindung menuntun arah hidup kita?

Allah Bapa yang Mahabaik, terima kasih atas pendampingan-Mu dalam diri Malaikat Pelindungku. Bantulah aku agar semakin terbuka akan penyelenggaraan-Mu dalam hidup ini. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Senin, 02 Oktober 2017