"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Selasa, 10 Oktober 2017

cintakasih.net_ Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Maria sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan  berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Renungan:
Allah sungguh Maharahim, Ia memberikan pengampunan sebesar apa pun kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat, asalkan sungguh-sungguh bertobat dan menyesali dosa serta kembali kepada-Nya. Warta tentang pertobatan disapaikan oleh Nabi Yunus. Keterbukaan akan warta pertobatan dan penyesalan atas dosa membawa keselamatan bagi orang-orang Ninive. Allah yang Maharahim tidak menghakimi melainkan memberikan belas kasih-Nya.

Renungan Harian Kristen Katolik Selasa, 10 Oktober 2017
www.cintakasih.net

Yesus mengajarkan agar kita pun tidak membenarkan diri dengan menghakimi sesama. Sering terjadi apa yang dianggap benar dalam pola pikir dan cara bertindak kita, belum tentu benar bagi orang lain. Setiap orang melihat dengan sudut pandang dan pikiran yang terbatas. Bahkan sering dikaburkan oleh keinginan diri sendiri. Baik marta maupun Maria, keduanya mempunyai cara yang tepat untuk berjumpa, hadir dan melayani Tuhan, dan " Maria telah memilih bagian yang terbaik". Dua sikap rohani yang saling terkait, mendengarkan Tuhan seperti halnya Maria dan perjumpaan dengan Tuhan  dinyatakan dalam pelayanan dan kesaksian seperti Marta. Kedua sikap yang sama seharusnya menjadi semangat hidup kita. Sikap itu menyata dalam relasi yang erat dengan Tuhan dan tindak pelayanan nyata bagi sesama.

Apakah kita masih mendengarkan Tuhan doa dan pekerjaan kita? Adakah juga kita mau melayani sesama dalam kehidupan sehari-hari?

Tuhan, terkadang aku masih mencari-cari kesalahan orang lain dan menganggap diri yang paling benar. Ampunilah dosa dan kesombonganku. Tuhan, aku mau mengikuti Engkau selama hidupku. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Selasa, 10 Oktober 2017