"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Sabtu, 23 September 2017

cintakasih.net_ Banyak orang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak-semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. 

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah dia mendengar!" Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. Lalu ia menjawab : "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka itu percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah baik itu ialah orang yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Renungan:
Ada seorang pemuda yang sangat baik. Sikap dan tutur katanya lembut dan menyenangkan. Ia aktif dalam kehidupan menggereja dan pelayanan sosial, seperti mengajar secara sukarela anak-anak di suatu kelompok belajar. Setelah beberapa waktu terdengar kabar yang mengejutkan. Pemuda yang diharapkan menjadi teladan dan kebanggaan keluarga kini mendekam di balik jeruji besi oleh karena kasus narkoba.

Renungan Harian Kristen Katolik Sabtu, 23 September 2017
www.cintakasih.net

Kisah di atas menjadi salah satu dari contoh yang dikatakan Yesus. "Yang jatuh tanah yang baik ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpan dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan" (Luk. 8:15). Pemuda ini adalah ibarat tanah yang baik, ia menghasilkan buah, namun tidak tekun. Dalam diri setiap orang ada kebaikan, hanya saja ia tidak bertekun untuk melakukan itu dalam kehidupan kita. Kita percaya bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kebaikan, persoalannya adalah TIDAK BERTEKUN untuk melakukan kebaikan itu dalam hidupnya. Marilah kita bertekun melakukan kebaikan sepanjang hidup kita.

Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk tekun dan bertahan dalam melakukan kebaikan kepada siapa pun. Amin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Sabtu, 23 September 2017