"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Rabu, 27 September 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka"Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggal disitu sampai kamu berangakat dari situ. Dan kalau ada orang yang mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Renungan:
Tugas perutusan Yesus dipercayakan kepada kita semua. Tidak ada suatu daftar siapa saja yang akan pergi. Yesus memberikan formulir kosong dan kita semua mengisi dan tidak perlu menunggu nama kita dipanggil lalu kita bergerak dalam perutusan. Kita juga tidak perlu membawa apa-apa dalam perjalanan tugas perutusan ini, hanya kesiapan hati dan kesediaan diri untuk diutus Tuhan; sebab kita semua sudah dikaruniai banyak hal oleh Yesus sebagaimana para Rasul dalam bacaan Injil hari ini. "Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu mmberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang" (Luk. 9:1-2).

Renungan Harian Kristen Katolik Rabu, 27 September 2017
 www.cintakasih.net

Namun, sering kali kita tidak berbuat apa-apa karena kita tidak tahu darimana kita memulai dan apa konkretnya yang bisa kita lakukan untuk mengambil bagian dalam karya perutusan Yesus itu. Kita cenderung jatuh kepada pemikiran yang besar-besar hingga karya perutusan yang kecil dan tampak sederhana kita abaikan, seperti mengunjungi orang sakit, menghibur yang berduka, dan menasehati yang tersesat, memberi pinjaman kepada yang membutuhkan, dan memberi makan dan minum kepada lapar dan haus. Kita perlu belajar dari sikap Ezra yang sederhana. Ia mengabdikan diri untuk berdoa bagi umatnya dan memohon pengampunan dosa atas mereka. Kita juga bisa ambil bagian dalam misi besar Tuhan dalam dunia dengan mendoakan orang lain dalam doa-doa pribadi maupun kelompok kita atau melakukan karya belas kasih yang kecil-kecil.

Tuhan Yesus, mempukanlah aku untuk dapat dengan segera menjawab tugas perutusan-Mu untuk mewartakan Kerajaan Allah bagi sesamaku mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Amin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Rabu, 27 September 2017