"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Kristen Katolik Minggu, 08 Oktober 2017

cintakasih.net_Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi: "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara juga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba -hambanya itu: mereka memukul yang seorang , membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakan kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."

Renungan Harian Kristen Katolik Minggu, 08 Oktober 2017
www.cintakasih.net
Renungan:
Allah mengundang setiap orang pada keselamatan dan kebahagiaan. Namun, manusia justru menolak dan menutup diri terhadap tawaran Allah. Orang yang tidak membuka diri untuk kelimpahan cinta Tuhan akan menghasilkan buah hidup yang kerdil dan asam. (bdk. Yes. 5:2b.4).

Dalam sejarah keselamatan Allah telah berulang kali menawarkan undangan kasih-Nya kepada manusia. Melalui kesaksian para Nabi Allah memberikan tawaran keselamatan itu. Solidaritas dan kasih Ilahi berpuncak dalam diri dan kehadiran Yesus, Putra Tunggal-Nya hingga kematian di kayu salib serta kebangkitan (bdk. Mat. 21:37-39). Kebangkitannya pada hari ketiga menunjukkan bahwa Yesus telah mengatasi maut dan dosa serta membawa keselamatan bagi manusia. Apakah kita pernah menolak kasih Allah dalam hidup? Adakah kita telah setia beriman melalui sikap dan tindakan sehari-hari? Sebagaimana rasul Paulus nasihatkan, marilah memohon kepada Allah Bapa untuk selalu mendengar dan melakukan Sabda Allah agar damai sejahtera menyertai hidup kita (bdk. Flp.4:9).

Allah Bapa sumber kebaikan. Berilah aku iman yang teguh dan kasih yang sempurna agar sungguh mampu menghidupi Sabda-Mu. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Kristen Katolik Minggu, 08 Oktober 2017