"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Minggu, 01 Oktober 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa Yesus berkata kepada iman-iman kepala dan tua-tua bangsa Yahudi: "Apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi . Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku  tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara  kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus keepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Renungan:
Di tengah persoalan, tantangan dan persona dunia zaman sekarang, tidak jarang orang dihadapkan pada keputusan dilematis. Mengikuti suara hati dan kebenaran dengan konsekuensi yang ditimbulkannya ataukah sekadar mencari yang aman-aman saja dengan sikap mengkhianati kebenaran?

Renungan Harian Katolik Minggu, 01 Oktober 2017
www.cintakasih.net

Rasul Paulus mengajarkan agar cara, sikap dan tindakan hidup kita hendaknya berpola seturut Kristus sendiri yang mengosongkan ke -Allahan-Nya hingga di kayu salib demi solidaritas-Nya bagi manusia (bdk. Flp. 2:8). Nasihat rasul Paulus ini menjadi identitas kemuridan kristiani yang semestinya menjadi dasar hidup orang-orang beriman. Agar mampu menghidupi semangat kemuridan dalam semangat kerendahan diri Kristus diperlukan pertobatan. Sebuah tindak pembalikan hidup dan pembaruan dalam semangat, cara, dan hidup Yesus sendiri. Hidup semestinya didasari atas kebenaran iman dan keteguhan untuk menyuarajan kebenaran. Pertobatan dapat dimulai dari cara sederhana, mengatakan kebenaran dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Sta. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus yang dipestakan hari ini telah memberikan teladan menghidupi kebenaran iman akan Yesus dengan cara sederhana, dalam keheningan dan kesetiaan.

Ya Tuhan, berilah aku kesetiaan untuk memberi kesaksian tentang iman dan keberan-Mu dalam hidup sehari-hari. Amin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Minggu, 01 Oktober 2017