"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik kamis, 21 September 2017

cintakasih.net_ Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia  berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka, berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukann tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kuhendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Renungan:
Suatu kali ada pertemuan bapak-bapak selama seminggu. Direncanakan akan berakhir pada hari minggu, tetapi panitia berubah pikiran. Supaya bisa bersama keluarga di akhir pekan, maka pertemuan dipadatkan. Di tempat jadwal penerbangan tidak selalu ada setiap hari, maka tergesa-gesa agar tidak tertinggal pesawat. Bapak A menyenggol seorang anak yang jualan buah dan buahnya berceceran di lantai. Tetapi, karena terburu mengejar pesawat, Bapak A meninggalkan anak itu tanpa minta maaf dan membantu. Ada peserta lain, yakni Bapak B yang melihat kejadian itu, ia berbalik dan dari jauh ia melihat anak itu sedang meraba-raba di lantai berusaha mengumpulkan buah. Ternyata ia buta. Bapak B segera mendekat dan berkata: "Maaf Nak, pasti inilah hari yang buruk bagmu." Sambil mengumpulkan semua buah dalam keranjang, ia menghitung jumlah yang rusak dan memberikan uang kepada anak itu.

Renungan Harian Katolik kamis, 21 September 2017
www.cintakasih.net

Tindakan Bapak B di atas merupakan perwujudan dari nasihat Paulus hari ini: "Hendaklah hidupmu sebagai orang yang dipanggil berpadanan dengan panggilan itu" (Ef.4:1). Matius juga menjadi teladan bagi kita dalam hal berpadanan dengan panggilan Yesus: "Ikutlah Aku!" dan Matius sungguh mengikuti Yesus dalam kata dan tindakan menjadi seorang pewarta Injil. Pertanyaan yang patut kita refleksikan sekarang adalah "apakah hidup kita sudah sepadan dengan kehendak Tuhan?"

Tuhan Yesus, jadikanlah aku terjemahan Injil yang hidup bagi sesamaku. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik kamis, 21 September 2017