"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Senin, 18 September 2017

cintakasih.net_ Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masukla Ia ke Kapernaun. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang  tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongannya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi  bersama-sama dengan mereka.

Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak Tuan di dalam rumahku; sebab aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan dibawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi dan kepada seorang lagi: Datanglah!, maka ia datang,ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini! , maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekali pun diantara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Renungan Harian Katolik Senin, 18 September 2017
www.cintakasih.net
Renungan:
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira Romawi. Penyembuhan itu terjadi oleh karena iman dan usaha dari pada seorang perwira untuk hambanya. Yesus telah menolong orang lain, yang pada waktu itu dianggap sebagai seorang kafir. Inilah wujud dari nasihat Paulus kepada Timotius: "Aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar agar kita hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan" (1 Tim. 2:1-2).

Perwira yang dipuji Yesus (bdk. Luk. 7:9) boleh menjadi contoh teladan dalam doa dan tindakan bagi sesama. Perwira itu tak hanya bicara soal iman, tetapi juga kebaikannya mewujud dalam tindakan menolong orang lain yang ditandai dengan membantu pembangunan rumah ibadat dan mengusahakan kesembuhan bagi hambanya. Semoga iman kita kepada Yesus terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan mendoakan orang lain, melakukan kebaikan, dan teguh dalam kepercayaan.

Tuhan Yesus, terima kasih atas segala berkat-Mu atas hidupku. Semoga aku memiliki iman yang teguh sebagaimana sang perwira yang memohon kesembuhan bagi hambanya. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Senin, 18 September 2017