"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Sabtu, 12 Agustus 2017

cintakasih.net_ Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembahnya, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya. "Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal diantara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu kemari!" Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana,-maka gunung ini akan pindah, dan tiada yang mustahil bagimu."


Renungan:
Pepatah, "bagai kacang lupa kulitnya" sering ditujukan kepada orang-orang yang dulunya miskin, setelah menjadi kaya lupa akan asal-usulnya. Ada banyak kisah tentang orang-orang yang melupakan orang dan jasa yang telah membentuk diri dan kariernya. Mungkinkah ini suatu kecenderungan umum dalam diri manusia?

Renungan Harian Katolik Sabtu, 12 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Musa mengingatkan umat Israel untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan mereka. Kasih kepada Allah ditempatkan sebagai hukum yang terutama dalam hidup mereka. Kasih sedemikianlah yang akan menjamin bangsa itu untuk tidak akan melupakan Allah ketika mereka tiba di tanah terjanji dan menikmati hasil-hasil tanah itu. Dengan pesan itu, Musa mengantisipasi bahaya yang mengancam, yakni melupakanlah Allah ketika terlena dalam kesenangan dan kenikmatan di negeri yang berlimpah susu dan madu itu.

Yesus melengkapi hukum kasih itu dengan kasih kepada sesama yang dinyatakan lewat kepedulian dan kesediaan menyelamatkan orang lain. Lewat kisah penyembuhan anak yang menderita sakit ayan, Yesus menyatakan kasih kepada sesama itu. Sayangnya para murid tidak dapat melakukan hal karena mereka kurang percaya. Sesungguhnya, tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Allah.

Ya Allah, terima kasih atas kasih-Mu yang tiada henti-hentinya Kauberikan kepadaku, mampukanlah aku mencintai sesama seperti Engkau mencintai aku. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Sabtu, 12 Agustus 2017