"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Rabu, 16 Agustus 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali. Jika ia tidak mendengar engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak engenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Renungan:
Soekarno dan Soeharto adalah dua mantan presiden yang mengalami hari-hari akhir hidupnya sebagai sesuatu yang bukan 'happy ending' seperti dalam film-film. Mereka meninggal sebagai orang yang dinilai mengantar bangsa ini ke realisasi cita-cita bangsa.

Renungan Harian Katolik Rabu, 16 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Musa, pemimpin besar bangsa Israel sejak dari Mesir, tidak bisa menikmati tanah terjanji. Ia hanya diperkenankan Allah untuk memandang tanah itu dari kejauhan. Ia meninggal dalam kerinduan akan tanah yang dijanjikan Allah kepadanya dan bangsa Israel. Semua itu karena Musa pernah menyakiti hati Allah dengan ketidakpercayaannya itu. Pengalaman Musa adalah pengalaman manusia yang bisa jatuh dalam dosa di mata Allah. Namun, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa orang yang berdosa mestinya ditegur dan diarahkan ke jalan yang benar. Jika orang itu berkeras hati, pakailah orang lain, bahkan jemaat, untuk meyakinkan dia akan kesalahannya dan untuk membuatnya bertobat.

Tidak ada orang yang dapat menegur Musa. Begitu juga pemimpin kita pada zamannya. Mari selamatkan bangsa kita dari kekeliruan dan kekhilafan orang dengan mau dan berani menegur/mengoreksi mereka secara benar.

Ya Allah, berilah aku kemauan untuk menegur kesalahan orang dan berilah aku pula kerelaan untuk memaafkan kesalahan mereka. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Rabu, 16 Agustus 2017