"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Minggu, 27 Agustus 2017

cintakasih.net_ Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?'Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu , melaikan Bapa-Ku yang di Surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Ku berikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepas di dunia ini akan terlepas di surga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia mesias.

Renungan:
Setiap persekutuan hidup bersama, baik Gereja maupun masyarakat, membutuhkan seorang pemimpin. Pemimpin yang baik akan disegani, dihormati dan akan terus diberi kepercayaan untuk memimpin, sementara pemimpin yang buruk dan gagal dalam menjalankan amanah yang diberikan akan dibenci, ditolak dan disingkirkan.

Renungan Harian Katolik Minggu, 27 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Dalam Injil hari ini, Yesus memaklumkan Petrus sebagai dasar jemaat yang akan didirikan-Nya. Sebagai seorang dasar, Petrus diberi kuasa atas jemaat. Apa yang menjadi dasar dan alasan keterpilihan Petrus? Kisah Injil mencatat bahwa Petrus mengungkapkan iman akan Yesus sebagai Mesias, Putra Allah yang hidup. Yesus mengangkat dan memberi kuasa kepada Petrus karena Petrus dikaruniai rahmat Allah iman sedemikian.

Bercermin pada kisah Injil ini, sudah seharusnya kita memilih dan mengangkat para pemimpin, Gereja dan masyarakat dengan melihat kehidupan iman orang itu. Mestinya kita memilih orang-orang yang benar-benar beriman dan dikaruniai rahmat Allah untuk hidup menurut imannya. Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa orang yang gagal menjadi pemimpin sebagaimana dikehendaki Allah, Allah sendiri yang akan menolak dan menyerahkan kepercayaan itu kepada orang lain.

Ya Allah, seturut teladan Santa Monika, aku berdoa dan memohon terus-menerus, bangkitkanlah dalam komunitas-komunitas kami para pemimpin yang sungguh beriman dan bertakwa kepada-Mu. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Minggu, 27 Agustus 2017