"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Minggu, 20 Agustus 2017

cintakasih.net_ Sekali peritiwa Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseruh: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku,." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remeh-remeh yang jatuh dari meja tuannya" Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Renungan:
Beberapa hari lalu kita merayakan Proklamasi Kemerdekaan. kita mensyukuri kurnia Allah yang membangkitkan hasrat, semangat juang dan pengorbanan para pendahulu kita untuk memaklumkan diri sebagai orang-orang yang bebas dan merdeka dan berdaulat sebagai suatu bangsa. Peristiwa ini juga mengajak dan meneguhkan perjuangan kita dalam memperjuangkan cita-cita menuju bangsa yang adil dan makmur bagi seluruh masyarakat.

Renungan Harian Katolik Minggu, 20 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan sikap yang perlu dimiliki untuk membangun negeri ini atas dasar kesamaan dan kesetaraan demi keadilan sosial. Yesus dalam Injil memperlihatkan sikap yang tidak membeda-bedakan orang dihadapan rahmat Allah. Walaupun tampaknya mengejutkan pernyataan Yesus, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Mat. 15:24), namun pernyataan menantang itu hanyalah menjadi ujian bagi perempuan yang memohon rahmat yang dibutuhkannya kepada Yesus. Yesus menanggapi imannya dengan sikap-Nya yang mau memberikan rahmat dan berkat kepada mereka yang meminta dan mengimani-Nya. Sabda Allah lewat Yesaya, "Taatilah hukum dan keadilan!" (Yes. 56:1), berlaku bagi siapa saja, tanpa perbedaan dan pembedaan. Hanya dengan cara itu, semua anak bangsa bisa menikmati kemerdekaan dan hasilnya yang sesungguhnya.

Ya Allah, oleh kuasa Roh-Mu, enyakanlah dalam diri anak-anak negeri ini sikap diskriminatif yang membelenggu kemerdekaan putra-putri-Mu. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Minggu, 20 Agustus 2017