"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Minggu, 17 September 2017

cintakasih.net_Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata: "Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayaran hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja ituoleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskan dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawanya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan, Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskan hutangnya.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya. Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.  Bukankah engkau pun harus mengasihi kawanmu seperti aku telah mengasihi engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hati."

Renungan Harian Katolik Minggu, 17 September 2017
www.cintakasih.net

Renungan:
Pada tahun 1950 di Philadelpia sebuah pesawat pada saat mendarat tergelincir dan mengalami kebakaran. Seorang pramugari berusaha menyelamatkan seluruh penumpang dalam pesawat itu sementara apai makin membesar. Ia berdiri di ambang pintu keluar dan hendak melompat, tetapi seorang ibu berteriak dari bawah: "Tolong... bayiku masih ada di dalam!" Pramugari itu segera kembali ke dalam pesawat dan ia tak perna kembali. Setelah api dipadamkan, ia didapati dalam keadaan meninggal sambil memeluk bayi berumur empat bulan. Inilah contoh apa yang dikatakan oleh Paulus dalam bacaan pertama. "Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup bagi dirinya sendiri dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri" (Rm.14:7).

Pramugari itu telah memberikan hidupnya bagi orang lain dan ia mati demi oran lain. Pemberian diri kita dapat kita mulai seperti dalam Injil hari ini. Raja yang mengampuni hambanya dan hamba diharapkan melakukan hal yang sama. Kita diingatkan bahwa kita tidak hidup untuk diri kita sendiri, tetapi keberadaan kita harus mendatangkan berkat bagi orang lain, salah satu caradengan memaafkan. Semoga semangat dari Raja itu juga menjadi bagian dari hidup kita dalam hidup menggereja dan bermasyarakat.

Tuhan Yesus, semoga kehadiranku menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Minggu, 17 September 2017