"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Minggu, 13 Agustus 2017

cintakasih.net_ Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elizabet. Dan ketika Elizabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada dalam rahimnya dan Elizabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Dibekatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammusampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai beraikan orang-orang yang congkak hatinya, Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah, Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa, Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunan-Nya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elizabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan Harian Katolik Minggu, 13 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Renungan:
Hal masuk ke dalam surga adalah menjadi kerinduan setiap orang beriman. Iman akan Yesus dan melaksanakan perintah-perintah Allah diimani sebagai jalan menuju hidup surgawi itu. Agama-agama mengajarkan surga sebagi dunia akhirat yang membahagiakan. Seiring dengan ajaran bahwa jiwa manusia itu bersifat kekal, maka manusia diarahkan dan mengarahkan dirinya pada kebahagiaan jiwa itu untuk selamanya di surga.

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga membuka perspektif hidup kekal dan kemungkinan bagi manusia untuk mengalaminya. Persoalannya adalah bagaimana kita dapat mengharapkan dan mengalami hal itu nanti?  Bacaan-bacaan yang disuguhkan kepada kita menegaskan bahwa Maria mengalami hal itu sebagai bagian dari rencana Allah. Sudah sejak awal kejatuhan manusia, Allah menghendaki misteri keselamatan umat manusia. Maria menjadi wanita terberkati karena diundang untuk mengambil bagian dalam rencana itu, dan dengan 'fiat'nya (yakni kesediaan), ia benar-benar masuk dan menjalankan kehendak Allah itu. Maria sadar bahwa ia akan dipuji dan diagungkan orang sebagai yang berbahagia, namun semata-mata semua itu karena 'perbuatan-perbuatan besar yang dikerjakan Allah baginya'.

Ya Allah, perihalah kerinduanku akan kebahagiaan kekal bersama-Mu di surga, namun lebih dari itu, sanggupkanlah aku untuk menuruti kehendak-Mu seturut teladan Santa Perawan Maria. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Minggu, 13 Agustus 2017