"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Minggu, 03 September 2017

cintakasih.net_ Sejak waktu itu Yesus mulai mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ke tiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau." Maka, Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyalah Iblis.


Engkau suatau batu sandungan bagi-Ku, sebab Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: " Setiap orang yang mau mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti naywanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,"

Renungan:
Yesus menegaskan kepada para murid-Nya bahwa Ia harus ke Yerusalem. Di Yerusalem inilah Yesus mengalami penderitaan, sengsara, sampai wafat di kayu salib sebagai orang yang terhukum. Tidak hanya itu. Di Yerusalem juga Yesus dimakamkan, tetapi Dia akan dibangkitkan dan mengalahkan maut untuk keselamatan umat manusia. Penderitaan, sengsara, sampai wafat di kayu salib merupakan konsekuensi dari pewartaan-Nya. Pilihan-Nya untuk setia kepada Bapa-Nya dan komitmen-Nya untuk menyelamatkan dan membahagiakan umat manusia membawa-Nya kepada salib. Selanjutnya, Yesus mengatakan, "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku" (Mat. 16:24).

Renungan Harian Katolik Minggu, 03 September 2017
www.cintakasih.net

Setia pada komitmen dan pilihan hidup walaupun menghadapi berbagai rintangan dan percobaan; berusaha untuk menerima semua konsekuensi dan tidak lari dari kenyataan; merupakan bentuk konkret melaksanakan ajakan Yesus untuk mengikuti  Dia. Misalnya, setia pada pasangan hidup, menekuni profesi tertentu sebagai sebuah pilihan hidup, mengerjakan sampai tuntas apa yang sudah menjadi imam, bruder, suster, dan frater. Dan bertepatan dengan hari Minggu Kitab Suci Nasional pada hari ini, kita membangun komitmen untuk setiap hari membaca Alkitab dan menghayatinya.

Yesus Tuhanku, bantulah aku dengan kekuatan-Mu agar aku pun setia pada pilihan, keputusan, dan komitmenku terutama dalam mengikuti Dikau. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Minggu, 03 September 2017