"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Kamis, 14 September 2017

cintakasih.net_ Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata: "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."

Renungan:
Begitu besar kasih Allah kepada umat manusia. Ia menghendaki agar manusia ciptaan-Nya yang sesuai dengan rupa dan citra-Nya sendiri tidak binasa melainkan selamat dan bahagia. Karena itulah Ia mengutus Yesus Kristus, Putra tunggal-Nya untuk memulihkan kembali hubungan kita dengan Allah Bapa yang putus akibat dosa dan maut. Dai datang ke dunia" ...bukan untuk menghakimi manusia, melainkan untuk menyelamatkannya dan membahagiakan umat manusia. Sulit dipahami misteri kasih Allah ini.

Renungan Harian Katolik Kamis, 14 September 2017
www.cintakasih.net

Kesulitan, penderitaan, dan aneka persoalan yang kita alami merupakan bagian dari salib kehidupan selama di dunia ini. Mengalami pengalaman "salib" ini, tidak berarti bahwa Tuhan tidak menyertai dan memberkati kita. Maka, ketika kita mengalami aneka persoalan itu, hendaknya kita tidak putus asa. Tetaplah berharap pada kasih dan kemurahan Tuhan. Dia pasti akan memberikan kekuatan dan penghiburan agar kita mampu menghadapi semuanya itu.

Ya Bapa yang maha pengasih dan penyayang, seperti halnya Engkau telah memberikan kekuatan kepada Yesus ketika Dia mengalami penderitaan sampai wafat di kayu salib, semoga dengan kekuatan ilahi-Mu, aku mampu menghadapi dan mengatasi semua tantangan dan kesulitan selama di dunia ini. Oleh salib suci Putera-Mu, selamatkanlah aku. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Kamis, 14 September 2017