"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Jumat,11 Agustus 2017

cintakasih.net_ Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Karena barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya? Sebab anak manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Renungan:
Kata pantun, "Dari mana datangnya lintah? Dari darat turun ke kali. Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati." Demikian, seorang jatuh cinta kepada orang/barang/tempat karena ia melihat, terpesona, dan kemudian hatinya ingin menikmati, merasakan dan memiliki sepenuhnya.

Musa mengajak oran Israel untuk melihat dan meyadari karya-karya yang telah dilakukan Allah bagi mereka. Musa melihat semua itu sebagai pernyataan akan kasih Allah kepada mereka. Dengan menyadari kembali betapa Allah mengasihi mereka, diharapkan bangsa itu akan mencintai Allah dengan sepenuh hati. Kepatuhan kepada perintah Allah menjadi balasan akan kasih Allah.

Renungan Harian Katolik Jumat,11 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Bagi Yesus, balasan terhadap pengalaman kasih yang Ia berikan kepada para murid-Nya adalah "menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti Dia." Namun, hal mengikuti Yesus yang menuntut kemampuan untuk menyerahakan diri dijamin dengan 'akan memperolehnya kembali'. Relasi yang dibangun atas dasar kasih akan 'memberikan' lebih banyak hal dari apa yang diharapkan. Seperti bangsa Israel menjadi tanda dan saluran kasih Allah bagi bangsa-bangsa, maka setiap orang yang mengikuti Yesus akan menjadi saluran kasih-Nya bagi banyak orang.

Ya Allah, bukalah mataku untuk melihat tanda-tanda kasih-Mu kepadaku, dan berilah aku kerelaan untuk mengikuti Yesus, Putra-Mu, atas dasar kasih-Mu itu. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Jumat,11 Agustus 2017