"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Jumat, 25 Agustus 2017

cintakasih.net_ Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Renungan:
Lagu "Where ever you go, Ishall go", yang dipopulerkan oleh Biarawan Benediktin Weston Priory, Jerusalem, sering dinyayikan dalam acara perkawinan atau retret untuk pasangan suami-istri dan keluarga. Lagu tersebut mengidungkan kisah Rut dalam bacaan pertama hari ini.

Rut adalah wanita Moab yang menikah dengan Mahlon, Putra Naomi, wanita Israel itu. Setelah suami dan kedua putranya meninggal, Naomi ingin kembali ke Israel. Kepada kedua menantu perempuannya itu, Naomi memberi kesempatan untuk kembali kepada keluarga mereka masing-masing.

Renungan Harian Katolik Jumat, 25 Agustus 2017
www.cintakasih.net

Setelah mempertimbangkan itu secara matang, Orpa pamit dan pulang kepada keluarganya sedangkan Rut mau mengikuti Naomi kemana pun ia akan pergi. Bagi Rut "Di mana pun engkau bermalam, di situ pula aku bermalam. Bangsamu bangsaku, dan Allahmu Allahku" (Rut 1:16). Rut memperlihatkan suatu kesetiaan kepada Naomi dan kepada Allah Naomi yakni Allah Israel. Rut telah menunjukkan apa yang kemudian diajarkan Yesus sebagai hukum yang terutama: "Kasihanilah Tuhan Allahmu, dan kasihanilah sesamamu manusia" (bdk. Mat. 22:37.39). Kasih kepada Allah dan sesama adalah 'dua sisi dari satu mata uang' yang tak dapat dipisahkan dan yang menuntut suatu kesetiaan. Jangan bilang cinta kasih kalau anda pilih kasih.

Ya Allah, berilah aku kesetiaan untuk mencintai-Mu dan sesama yang Kauhadirkan sebagai pasangan, teman, dan sahabat dalam perjalanan hidupku. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Jumat, 25 Agustus 2017