"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Kasih dan Penderitaan Yohanes Pembaptis

cintakasih.net_ Selamat pagi dan Shalom teman-temanku yang terkasih dalam Tuhan. Pada hari ini, kita, Gereja, merayakan Pesta Wafatnya St. Yohanes Pembaptis. Nampaknya aneh bagi kita merayakan pesta seseorang yang mati dipenggal kepalanya. Sekalipun demikian, hari ini kita merayakan dengan kegembiraan besar tindakan yang luar biasa kesaksian yang Yohanes Pembaptis lakukan untuk Kristus. Yohanes Pembaptis mati karena ia tidak ragu-ragu menegur Herodes yang mengambil Herodias istri saudaranya, Filipus, sebagai istrinya. 

"Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"(Mrk 6:17-29....ay 17-18). Yohanes Pembaptis berbicara kebenaran dan dia tidak takut menghadapi konsekuensi dari tindakannya itu karena dia percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan dia sendiri. Kasih dan penderitaan Yohanes Pembaptis adalah juga kisah dari setiap orang Kristiani. 

Pada pembaptisan kita, kita menerima panggilan utk menjadi nabi. Sebagai nabi, kita dipanggil untuk bersaksi dgn berani kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Apakah kita siap untuk menghadapi akibat atau membayar harga yg mahal sebagai nabi zaman sekarang ini? Sebagai orang Kristiani yg berkecimpung dlm dunia bisnis, mungkin kita harus menolak ketidak-jujuran dan karenanya kehilangan uang. Sebagai orang tua, menjadi nabi berarti siap utk melindungi dan menanamkan serta memelihara iman anak-anak melawan nilai-nilai duniawi. 

Kasih dan Penderitaan Yohanes Pembaptis
www.cintakasih.net

Untuk teman-teman berarti saling membantu untuk tumbuh dalam Kristus, dan bahkan punya keberanian utk berbicara kebenaran karena kasih kepada mereka. Sebagai pasangan suami-isteri, berarti tetap setia kepada janji perkawinan dan dgn teguh tetap bersama-sama, saling mengasihi sampai akhir hayat. Kasih dan penderitaan Yohanes Pembaptis menantang kita hidup untuk Kristus. 

Ketika kita melakukannya, kita tahu bahwa Allah akan bersama kita dan tidak ada sesuatu pun yang ditakutkan. Bagaimana kita dapat memberi kesaksian akan Kristus di keluarga kita, kepada teman-teman kita, di tempat kerja kita, dan masyarakat yg lebih luas? "Tuhan Yesus Kristus, berilah kami iman, kemantapan dan keberanian untuk berpegang teguh akan kebenaran Injil dan tdk ragu2 dalam memberi kesaksian akan kasih dan kemurahan hati-Mu. Berilah kami harapan dan sukacita akan janji hidup kekal dalam Kerajaan-Mu. Amin." Berkah Dalem. Rm. Thomas Sukotriraharjo, SSCC.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kasih dan Penderitaan Yohanes Pembaptis