"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Kumpulan Cerita Alkitab Kain dan Habel

cintakasih.netKain dan Habel. Pada suatu saat Allah memberikan anak kepada Adam dan Hawa. Anak pertama adalah seorang laki-laki, mereka menamainya Kain. Anak berikutnya juga seorang laki-laki, mereka menamainya Habel. Kain bertumbuh menjadi dewasa dan ia menjadi petani. Ia berladang, menghasilkan buahbuahan dan sayur mayur. Sementara itu, Habel menjadi gembala. Ia memelihara banyak domba dan anak-anak domba. Suatu hari Kain dan Habel ada di ladang bersama-sama. Kain berkata dalam hati, “Hari ini aku akan membawa persembahan kepada Allah di atas mezbahku.” Jadi Kain membawa hasil kebunnya. Ia meletakkannya di atas mezbah dan membakarnya bagi Allah. Habel juga sedang membawa persembahan kepada Allah. Habel membawa seekor anak domba peliharaannya dan mempersembahkan kepada Allah di mezbahnya.

Tiba-tiba Kain menjadi marah karena Allah menerima persembahan Habel. Persembahan Kain tidak berkenan bagi Allah. Lalu Kain mendengar suara Allah yang berfirman: “Kain, mengapa engkau marah? Jika engkau berbuat baik, Aku akan berkenan kepadamu; jika tidak dosa ada di pintu hatimu.” Kain tidak peduli, ia sangat marah. Ia mengajak Habel ke padang dan dipukulnya Habel dengan begitu kerasnya sehingga Habel tersungkur, lalu meninggal. Lalu suara Allah berseru kepada Kain,

Kumpulan Cerita Alkitab Kain dan Habel
www.cintakasih.net

“Kain, di mana adikmu Habel?”
Kain tidak berani mengatakan apa yang telah dilakukannya. Jawabnya: “Apakah aku harus menjaga adikku?” Tetapi Allah mengetahui apa yang telah diperbuat Kain. Allah mengetahui segala-galanya. Allah berfirman kepada Kain, “Karena engkau telah melakukan dosa yang besar, ladangmu tidak akan pernah lagi memberikan hasil bagimu. Engkau akan mengembara ke mana-mana, jauh dari rumah.

Engkau harus mencari makananmu di sana-sini. Engkau akan menjadi pengembara. Lalu Kain ketakutan. Kata Kain, “Akan jadi apa aku ini?” Jika aku pergi dan mengembara ke mana-mana, seseorang akan menemukanku, lalu membunuhku.” Tetapi Allah mengasihani Kain. Allah berfirman, “Aku tidak akan membiarkan siapa pun membunuhmu.” Jadi Allah membuat suatu tanda pada Kain, agar tidak seorang pun membunuhnya. Lalu Kain meninggalkan rumahnya. Ia membawa serta istrinya dan mengembara ke negeri yang jauh.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan Cerita Alkitab Kain dan Habel