"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Di Sini Ada Allah

cintakasih.net_ Anak mami galau. Ia harus meninggalkan  rumah dan hidup diperantauan karena sang kakak sedang marah besar. Hak kesulunganya direbut sang adik secara licik. Akibatnya, Yakub harus meninggalkan rumah ,karena Esau hendak membunuhnya (Kej.27:41-28:9). Di pelarian, ia hidup menggelandang dibelantara, tidur berbantalkan batu. Pokoknya hidupnya tidak tentram dan nyaman akibat ketidak -benaran, tipu-daya, kebohongan, dan konspirasi jahat.


Dalam kegaulan dan keterpurukanya, Allah menjumpai Yakub dengan sejumlah  rencana masa depan  yang gemilang. Allah berjanji akan memberikan tanah, keturunan, penyertaan, dan pemeliharaan (ay.12-15). Yakub terpisah dari keluarganya tetapi ia  tidak terpisah dari Tuhan. Ia meninggalkan rumahnya tetapi ia tidak ditinggalkan Tuhan. Ia jauh dari rumah tetapi ia  berada di depan pintu ''surga''.  Dunia sekitarnya boleh gelap-gulita dan dingin. Ia tidur berbantalkan  batu namun malam  itu menjadi "malam indah bertaburan bintang, bersukacita bersama para malaikat".

Allah ada di tengah kegalauan hidupnya. Ketika Allah hadir maka semua beban dan kegalauan  dapat ditanggung  bahkan secara perlahan  dan pasti membuka  harapan-harapan baru. Adakah kita seperti itu? percayakah kita bahwa Allah  senantiasa  hadir setiap detik  ditempat di mana kita berada? Adakah kita  menyakini dan mempercayakan  hidup kita kedalam kuasa Allah  yang tak terbatas?

 Di Sini Ada Allah
www.cintakasih.net

Kesadaran dan keyakinan  seperti Yakub akan memampukan kita  menatap dan menjalani tahun 2017 dengan penuh semangat. Kehadiran Allah memampukan  kita menghadapi bahkan mengubah kerasnya perjuangan hidup dan remang-remangnya kehidupan dunia. Majulah bersama Tuhan  meraih mimpi-mimpi kita. Amin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Di Sini Ada Allah