"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Singkirkan Berhalamu

cintakasih.net_ Hidup mendua hati mengakibatkan kegelisahan, ketidaktentraman, dan ketidak-nyamanan. Israel telah menikmati "kemakmuran namun tidak tenang dan merasa tidak bahagia, dipenuhi kekuatiran karena terus-menerus berada di bawah bayang-bayang tekanan kekuatan dan kekuasaan Filistin"

Menurut Samuel, Israel telah "mendua hati" yakni percaya kepada Allah tetapi sekaligus "beribadah kepada ilah asing=Baal dan Asytoret=dewa kemakmuran" (ay.3,4). Mereka beribadah kepada Allah bahkan mungkin sangat sibuk tetapi bersamaan dengan itu mereja lebih mengandalkan "baal dan dewa kesuburan=kemakmuran".

Bagaimana dengan kita? Kita pasti lebih setia bergereja dan beribadah dan mungkin kita lebih sibuk melayani/berkegiatan di gereja. Kita juga tidak memiliki "baal dan dewa kesuburan " seperti dimaksudkan Samuel. Tetapi dalam kenyataannya, tidak jarang kita sudah "memperilah dan menciptakann dewa-dewa baru yang modern" di samping Tuhan. 

Sadar atau tidak, kita sering menjadikan "kebiasaan gereja dan gereja kita sebagai yang ilahi" sehingga bukan Tuhan lagi disembah tetapi yang dipuja adalah "lembaga gereja dan segala kebiasaannya" (bandingkan dengan cara agama lain yang sering mengatas namakan agama membela "agama dan Tuihannya"). Bahkan, tidak jarang kita sudah "mempertuhankan karir, jabatan, ekonomi, status sosial, dan lain-lain".
Singkirkan Berhalamu
www.cintakasih.net

Menapaki tahun 2017, kita diingatkan untuk segera meninggalkan segala bentuk berhala yang dapat "menduakan Tuhan bahkan mungkin menyingkirkan Tuhan dalam hidup ini". Bertekunlah dan arahkan hidup melalui doa dan ibadah hanya kepada Sang juruselamat maka kedamaian dan ketentraman menguasai hidup kita. Amin

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Singkirkan Berhalamu