"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Iman Melampaui Kenyataan

cintakasih.net_ Iman merupakan kepastian yang mutlak bahwa yang dipercaya itu benar dan yang diharapkan itu pasti menjadi kenyataan (Ibr. 11:1). Hari ini kita mendengar tentang "Dua tokoh iman" (Musa dan Rahab) dan peristiwa runtuhnya kota Yerikho (Yosua 6:1-20). Ketiga peristiwa itu sulit dipahami oleh akal sehat manusiawi kita namun itulah iman percaya kepada Tuhan, yang tidak mungkin menjadi mungkin. 

Pusat perenungan kita adalah tentang Rahab (Yosua 2; 6:22-25). Menurut alkitab, Rahab sebagai salah satu "Tokoh iman" seperti tokoh iman lainnya (Ibr.11), bahkan Rahab dimasukkan dalam silsilah Yesus (Mat. 1:5, Salmon memperanakan Boas dari Rahab, Boas memperanakan Obed dari Rut, Obed memperanakan Isai).

Rahab menjadi contoh orang beriman karena ia percaya bahwa Allah Israel Mahakuasa di langit dan di bumi (Yosua 2:11-19). Rahab mempertaruhkan nyawanya, keluarganya, dan masa depannya (kepada Allah Israel) dengan memihak kepada Israel (menyelamatkan para pengintai itu). 

Tindakan Rahab ini disebut Yakobus sebagai "Tindakan seorang teladan dalam mempraktikkan iman (Yak. 2:25)". Masa lalu Rahab gelap dan sundal tetapi kemudian menjadi orang yang sungguh-sungguh beriman dan dianggap "Salah satu tokoh iman". Ia percaya Allah Israel dapat mengubah masa lalunya yang kelam-gelap menjadi masa depan yang cerah-cemerlang.

Iman Melampaui Kenyataan
www.cintakasih.net

Tentu kita tidak bisa membenarkan kelemahan dan ketidak-beresan kita dengan membandingkan masa lalu Rahab. Tetapi celakalah jika kita merasa lebih baik dari masa lalu Rahab, sesungguhnya kita sedang menuju malapetaka dalam perasaan kebaikan kita. Hati-hati!!. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Iman Melampaui Kenyataan