"Sebagai murid Yesus, tidak cukup kita hanya mengerti ajaran-Nya secara intelektual. Kita perlu menghayati pesan-pesan itu dalam hidup kita sehari-hari." (Rm. Antonius Sad Budianto CM)

Renungan Harian Katolik Sabtu, 15 Juli 2017

cintakasih.net_ Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: " Seorang murid tidak lebuh daripada gurunya, atau seorang hamba dari tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang Kubisikkan telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuahnya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit. etiap orang yang mengakui aku di dapan manusia, Aku juga akan mengakuinya di dapan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga."

Renungan:
Kekhawatiran saudara-saudara Yusuf yang dulu telah membuang dia tidak beralasan. Yusuf justru menyampaikan sebuah kebijaksanaan illahi, bahwa kejahatan yang direka oleh saudara-saudarnya itu telah direka oleh Allah untuk sebuah kebaikan, yakni memelihara hidup bangsa yang besar (bdk. Kej. 50:20). Hal yang senada di pesankan Yesus kepada kedua belas murid yang diutus-Nya, agar tidak takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tak kuasa membunuh jiwa.

Renungan Harian Katolik Sabtu, 15 Juli 2017
www.cintakasih.net

Para murid disebut-Nya lebih berharga daripada banyak burung pipit yang seekor pun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa (bdk. Mat. 10:29-31). Kekhawatiran terhadap para penganiaya tidak boleh membuat surut semangat untuk bersaksi dengan terus terang. Kesaksian akan Kristus mesti disampaikan para pengikut-Nya dengan apa adanya, sebab pada saat itu juga Kristus akan mengakui mereka di depan Bapa-Nya yang di surga. 

Tekanan dan intimidasi atas para pengikut Kristus di dunia yang semakin sekuler ini terus menerus terjadi. Bagi yang mudah berkecil hati kenyataan itu bisa mengurungkan niat yang sudah tumbuh di dalam hati. Itu sebabnya di antara umat kristiani mesti ada dukungan dan apresiasi yang terbuka satu terhadap yang lain. Yang juga diperlukan ialah kesaksian sebagai komunitas, dan bukan hanya kesaksian sebagai pribadi.

Yesus, Engkau telah menegaskan bahwa Bapa melindungi semuah orang yang berani bersaksi tentang karya-Mu. Semoga aku dengan keyakinan meluaskan kesaksianku dalam kebersamaan dengan saudara seiman yang lain. Amin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Renungan Harian Katolik Sabtu, 15 Juli 2017